Kamis, 06 Desember 2012

Duh Kader-kader manja

Leave a Comment
Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja,
merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Read More...

Pemuda Palestina VS Pemuda Indonesia

Leave a Comment
Pemuda indonesia bangun jam 2 subuh buat nonton bola
pemuda palestine bangun jam 2 subuh buat sholat tahajud

Pagi ini pemuda Indonesia masih meringkuk dikasurnya yang hangat hingga pukul 10.00 pagi.
"Malas ah, hari libur ini".

Pagi ini pemuda Palestina sama sekali belum memejamkan mata berhari2, mereka berjaga dari serangan Israel ke Palestina setiap malam hari.

Pemuda Indonesia sarapan, "ah, tempe,telor lagi. Bosen tauk!". Terus gak jadi makan.
Pemuda Palestina memilih untuk berpuasa. Israel masih menutup jalur masuknya bantuan pangan.

Pemuda Indonesia ditanya ibunya,"mau kemana Nak?". Dijawabnya, "alaah, mamah mau tau aja urusan anak muda!".
Pemuda Palestina mencium tangan ibunya, meminta restu dan doanya untuk pergi berjihad di jalan Allah hari ini...

Pemuda Indonesia menyanyikan lagu2 cinta & galau band populer yang penyanyi utamanya habis dipenjara karena video Porno.
Pemuda Palestina tak henti-hentinya berdoa dan mengulang hafalan Quran. Bekal utama menghadang tentara Israel.

Read More...

Rabu, 05 Desember 2012

Kami rindu pada mu, ya Rasul

Leave a Comment
Asyhadu anna Muhammadarrasulullah…
Seketika sayup suara terhenti, ia tak mampu mengangkat lagi suaranya.. Rindu.. Rindu
“Sungguh aku tak ingin adzan umtuk seorang pun sepeninggal Rasulullah!” Itulah pintanya kepada Abu Bakar ra agar hatinya tak terkoyak moyak saat melantunkan nama sang kekasih. Ia pun meninggalkan kota penuh kenangan tersebut dan berjihad ke wilayah syam.
Suatu ketika, ia, Bilal Ibn Rabah, bermimpi bertemu dengan kekasihnya, Rasulullah saw. Rasulullah meyatakan kerinduan padanya. “Wahai Bilal, apakah gerangan yang menghalangimu untuk mengunjungiku?”
Selepas itu ia terbangun dari tidurnya , berangkat ke Madinah dengan hati yang gulana dirundung rindu. Kemudian ia menceritakan perihal mimpi tersebut kepada sahabat lainnya. Bak pesan berantai, cerita itupun tersebar dari mulut kemulut hingga menjelang sore. Nyaris seluruh penduduk mengetahui berita itu.
Penduduk bersepakat memintanya untuk melantunkan adzan maghrib dihari itu. Di tengah kerinduan yang dalam, ia pun tak kuasa menolak kehendak para sahabat dan penduduk Madinah.
Ditengah senja merah, sepoi angin dan langit yang bersih dari mega, dari suara itu terlantun adzan, memecah tangis warga madinah yang tercekat kerinduan. Rasa dalam dada membuncah, saat-saat bersama Rasulullah saw tercinta masih terekam, membayang kembali dipelupuk mata. Tentu saja bilal dan penduduk madinah lainnya diharu biru kerinduan.


Read More...

Kampus Muda Mendunia Jadi Tuan Rumah MUSDA FSLDK DIY ke-IX

Leave a Comment
Minggu (02/12), di akhir Training Jurnalistik dan Sosial Media, Wildan Fanani, Ketua Panitia pelaksana Musyawarah Daerah (MUSDA) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah Istimewa Yogyakarta (FSLDK DIY) ke-IX bersama Ketua Steering Committee, Zennul Mubarok,  didampingi Ketua Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) FSLDK DIY, Asep Abdul Syukur, menyempatkan untuk menyampaikan rangkaian acara MUSDA ke-IX.
Training Jurnalistik dan Social Media ini merupakan salah satu rangkaian acara MUSDA yang dihadiri oleh 50 orang perwakilan dari sekitar 20 Kampus se-DIY. Selain itu, di waktu yang sama diadakan juga Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus (PM LDK) di ruang Mini Teater Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kedua agenda tersebut adalah sarana penyiapan para pengurus LDK untuk menyambut MUSDA nantinya.

Read More...

Kemerdekaan Indonesia bermula dari Palestina dan Mesir

Leave a Comment
Kalau ada ribut-ribut di negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa kolerasi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?
Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.
Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Read More...