Selasa, 01 Januari 2013

Ada apa dengan 1 Januari?

Leave a Comment
Qs 17:36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Merujuk pada Ayat dan hadits di atas, maka alangkah baiknya kalau kita seharusnya tabayun (kroscek) dahulu asal muasal dari perayaan tahun baru masehi.
Kenapa harus 1 Januari? Dan budaya dari kaum apakah perayaan tersebut?
Hal itu dimaksudkan agar kita tidak terjebak oleh ketidaktahuan kita yang akan menyebabkan kita terlempar ke dalam kesesatan.

Read More...

Sabtu, 08 Desember 2012

Yang berguguran di jalan dakwah

Leave a Comment
Bergugurannya orang-orang yang memperjuangkan dakwah telah menjadi masalah yang mewarnai perjalanan suatu gerakan dakwah Islam dimanapun dan kapanpun gerakan tersebut eksis. Fenomena tasaquth (berguguran) daninsilakh (melepaskan diri dari dakwah) sangat bisa menggerogoti setiap muslim yang bergabung dalam gerakan dakwah Islam apapun; dakwah di bidang politik, sosial, akademik, masyarakat, maupun keprofesian. Bergugurannya seseorang di jalan dakwah bermakna pengunduran dirinya dari kancah perjuangan Islam, baik dengan perkataan atau mungkin cukup dengan sikapnya yang semakin menjauh dari dakwah. Hilangnya semangat juang, kaburnya niatan ikhlas, ketidakdisiplinan, berkurangnya porsi waktu untuk mengurus dakwah, meremehkan berbagai fadhilah atau keutamaan dakwah, serta mengabaikan ketetapan syari’at merupakan indikasi seseorang tergerogoti ‘virus’ tasaquth ini. Bukan berarti ia tidak mengerti Islam atau dakwah, bahkan mungkin ia sangat mengerti Islam, dakwah, dan syari’at, dan pada masa sebelumnya ia termasuk dalam orang-orang yang sangat bersemangat mengobarkan api perjuangan dakwah. Tetapi tasaquth yang menggerogoti dirinya disebabkan ketidak-kuatan jiwanya dalam menanggung sengitnya perjuangan dakwah yang panjang nan melelahkan serta beragam variasi bentuk fitnah atau ujian yang dia alami di setiap perubahan waktu dan kondisi. Di satu sisi, memang Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan dakwah sebagai kewajiban syar’i dan memiliki tabi’atnya sendiri. 
Read More...

Mengelola Ketidaksetujuan terhadap Hasil Syuro'

Leave a Comment
RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana "mengelola" ketidaksetujuan itu?

Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk.

Kita semua hadir dan berpartisipasi dalam dakwah ini dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda, tingkat pengetahuan yang berbeda, tingkat kematangan tarbawi yang berbeda. Walaupun proses tarbawi berusaha menyamakan cara berpikir kita sebagai dai dengan meletakkan manhaj dakwah yang jelas, namun dinamika personal, organisasi, dan lingkungan strategis dakwah tetap saja akan menyisakan celah bagi semua kemungkinan perbedaan.
Read More...

4 Pertanyaan Imam Ghazali

Leave a Comment
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, beliau bertanya :
Imam Ghazali = Apakah yang palingdekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”




Read More...

Kamis, 06 Desember 2012

Duh Kader-kader manja

Leave a Comment
Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja,
merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Read More...