Bergugurannya orang-orang yang memperjuangkan dakwah telah menjadi
masalah yang mewarnai perjalanan suatu gerakan dakwah Islam dimanapun
dan kapanpun gerakan tersebut eksis. Fenomena tasaquth (berguguran)
daninsilakh (melepaskan diri dari dakwah) sangat bisa menggerogoti
setiap muslim yang bergabung dalam gerakan dakwah Islam apapun; dakwah
di bidang politik, sosial, akademik, masyarakat, maupun keprofesian.
Bergugurannya seseorang di jalan dakwah bermakna pengunduran dirinya
dari kancah perjuangan Islam, baik dengan perkataan atau mungkin cukup
dengan sikapnya yang semakin menjauh dari dakwah. Hilangnya semangat
juang, kaburnya niatan ikhlas, ketidakdisiplinan, berkurangnya porsi
waktu untuk mengurus dakwah, meremehkan berbagai fadhilah atau keutamaan
dakwah, serta mengabaikan ketetapan syari’at merupakan indikasi
seseorang tergerogoti ‘virus’ tasaquth ini. Bukan berarti ia tidak
mengerti Islam atau dakwah, bahkan mungkin ia sangat mengerti Islam,
dakwah, dan syari’at, dan pada masa sebelumnya ia termasuk dalam
orang-orang yang sangat bersemangat mengobarkan api perjuangan dakwah.
Tetapi tasaquth yang menggerogoti dirinya disebabkan ketidak-kuatan
jiwanya dalam menanggung sengitnya perjuangan dakwah yang panjang nan
melelahkan serta beragam variasi bentuk fitnah atau ujian yang dia alami
di setiap perubahan waktu dan kondisi. Di satu sisi, memang Allah ‘Azza
wa Jalla telah menetapkan dakwah sebagai kewajiban syar’i dan memiliki
tabi’atnya sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Fathi Yakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fathi Yakan. Tampilkan semua postingan


