Selasa, 16 Oktober 2012

Solusi atas ke - GALAU - an mu

Leave a Comment
Sahabat sekalian, akhir-akhir ini sering sekali kita dengar kata galau menjadi trend di kalangan remaja khususnya. Kata itu menjadi sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda Indonesia saat ini, karena kata-kata yang berkembang ialah bukan kata optimis tapi malah pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya akan memberikan dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang kepada Anda, jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran Anda? Gajah bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama terlintas di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan mensugesti orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.
Sudah ribuan artikel dan ratusan seminar motivasi yang bertujuan menghilangkan rasa galau kepada para remaja dan pemuda di Indonesia, dan parahnya, ternyata kata galau malah semakin berkembang dan terus berkembang merasuki alam bawah sadar yang mendengarnya, terlebih strategi yang diberikan oleh motivator-motivator itu instan dan kurang membekas dalam relung hati remaja yang sedang galau. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam sesungguhnya tidak usah bersusah payah mencari jalan akan seseorang tidak galau, karena Allah telah mempersiapkannya.
Read More...

"No Galau", Tidak sekedar anti galau biasa

Leave a Comment
“Saya sedang Galau nih, tolong saya..!” ini salah satu dari sekian banyak tema galau yang meramaikan dunia per’facebook’an Indonesia. Kata galau kini kian akrab dengan kita seiring dengan makin intimnya kita dengan jejaring sosial, seperti facebook dan twitter. Intinya, Galau adalah sebuah kata yang akhir-akhir ini nge-trend dikalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi kaum remaja dan kaum muda di negeri ini, tak terkecuali para pemimpin, mungkin saja mereka juga tak terlepas dari kegalauan menyaksikan aksi rakyatnya yang lagi galau saat ini. Tapi sebelum kita jauh menyelam ke dasar kegalauan, alangkah baiknya jika kita menyatukan persepsi dalam memaknai arti kata galau itu sendiri, agar kita termasuk orang yang terbiasa dengan keanehan dan memakluminya.

Kata galau dalam bahasa Inggris bisa diartikan ‘confusion’ sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak memberikan sebuah defenisi yang konkrit tapi setidaknya bias dimaknai bahwa kata galau adalah sebuah kata sifat yang bisa diartikan “kacau, tidak karuan (dalam pikiran)”. Menurut sumber dari orang yang ‘sering galau’ -sebuah obrolan singkat di jejaring social- menyebutkan bahwa Galau adalah keadaan dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa dibilang “Manyun Sindrom”, yakni dimana secara otomatis gerak bibir menjadi manyun secara tidak wajar dan emosional akan turun  drastis menuju titik kesedihan paling dasar. Pendapat lain menyebutkan Galau adalah suatu perasaan dilema, Galau adalah sebuah pengambilan keputusan yang tidak pernah final, Galau adalah suatu  pikiran jangka pendek yang berubah-ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh dan bosan, Galau adalah suatu khayalan tingkat tinggi yang telah bercampur dengan pikiran atau persoalan pribadi yang nyata. Dan banyak lagi rentetan opini tentang Galau yang akan menjadikan kita galau jika memikirkannya. Tapi intinya Galau adalah sebuah pikiran yang tidak dapat di cerna dengan baik oleh otak, karena sifatnya yang berubah-ubah dan membuat otak yang lelah bertambah lelah serta menyebabkan kekacauan dalam berpikir.

Read More...

Resep: Anti galau dari yang tidak pernah galau

Leave a Comment

Tombo Ati - Moco quran sak maknane
Syair Tombo Ati adalah ciptaan Sunan Bonang, salah satu Wali Songo. Dahulu syair dengan bahasa Jawa tersebut seringkali ditembangkan oleh jamaah langgar (masjid kecil) di daerah Jawa Tengah dan Timur saat menanti iqomah tiba. Kini, syair tersebut kembali terkenal, terdengar melalui radio dan televisi, didendangkan dan diperkenalkan kembali oleh budayawan, vEmha Ainun Najib dan penyanyi lagu islami terkenal, Opick.

Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Kuran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang soleh kumpulono
Kaping papat wetengiro ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembatani

Read More...

Hari gini masih galau?, g' la yau..

Leave a Comment

MENGELUH, hampir menjadi fenomena di negeri mayoritas Muslim ini. Ironisnya mengeluh itu menimpa hampir semua tingkatan usia; mulai remaja sampai dewasa juga pria dan wanita. Akibatnya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh mereka yang suka mengeluh, kecuali hal-hal yang akan semakin membuat jiwa dan akalnya terus melemah. Sehari-hari waktu yang dilalui hanya diisi curhat dari satu orang ke orang lain dengan memaparkan beragam masalah yang sedang membelitnya.


Padahal waktu dan kesempatan datang setiap hari. Bahkan sekiranya mereka mau membaca firman Allah (Al-Qur’an) tentu mereka akan dapati jawaban atas setiap masalah yang dihadapinya. Ketika didorong untuk membaca Al-Qur’an jawabnya tidak mengerti bahasa Arab. Loh bukannya kini sudah sangat banyak Al-Qur’an terjemah. Mengapa tidak dibaca juga?

Sementara Allah dengan tegas berfirman;

 بِهِ مِنَ الأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ فَلاَ تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـكِنَّ
 “Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur’an itu. Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (QS. Huud [11]: 17).

Read More...

Senin, 15 Oktober 2012

Az Zubair bin Al Awwam [3]

Leave a Comment
Dia adalah putra Khuwailid, sahabat dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, putra bibinya, Shafiyah binti Abdul Muththalib.
Dia termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, termasuk salah seorang dari enam orang Ahli Syura, dan orang yang pertama kali mengayunkan pedangnya di jalan Allah. Dia adalah ayah Abdullah RA, yang masuk Islam saat berusia 16 tahun.
Diriwayatkan dari Musa bin Thalhah, ia berkata, “Ali, Zubair, Thalhah, dan Sa’ad dilahirkan pada tahun yang sama, sehingga usia mereka sama.”
Urwah berkata, “Ketika Zubair datang dengan membawa pedangnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apa yang terjadi padamu?’ Zubair menjawab, ‘Aku diberi kabar bahwa ada yang menyakitimu’. Nabi menjawab, ‘Apa yang akan kamu lakukan?’ Zubair menjawab, ‘Aku akan membunuh orang yang menyakitimu’. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Zubair dan pedangnya.”
Read More...