Sahabat sekalian, akhir-akhir ini
sering sekali kita dengar kata galau menjadi trend di kalangan remaja
khususnya. Kata itu menjadi sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda
Indonesia saat ini, karena kata-kata yang berkembang ialah bukan kata
optimis tapi malah pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya
akan memberikan dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang
kepada Anda, jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran
Anda? Gajah bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama
terlintas di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan
mensugesti orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.
Sudah
ribuan artikel dan ratusan seminar motivasi yang bertujuan
menghilangkan rasa galau kepada para remaja dan pemuda di Indonesia, dan
parahnya, ternyata kata galau malah semakin berkembang dan terus
berkembang merasuki alam bawah sadar yang mendengarnya, terlebih
strategi yang diberikan oleh motivator-motivator itu instan dan kurang
membekas dalam relung hati remaja yang sedang galau. Oleh karena itu
kita sebagai umat Islam sesungguhnya tidak usah bersusah payah mencari
jalan akan seseorang tidak galau, karena Allah telah mempersiapkannya.






