Jumat, 02 Mei 2014

Sabar Adalah Tuntutan Setiap Mihwar Dakwah

Leave a Comment
Kamis (21 Nopember 2013) kemarin, ustadz Anis Matta memberikan taujih kepada para aktivis dan qiyadah dakwah yang berkumpul di Jakarta Convention Center (JCC). Di antara isi taujih beliau adalah tentang pentingnya kita menguatkan kesabaran dalam menapaki jalan perjuangan. Menurut beliau, sabar adalah karakter dan akhlaq yang paling banyak disebut di dalam Al Qur'an, sampai para ulama menyebut sabar sebagai induknya semua akhlaq terpuji.
Tiada hentinya kita harus mengingatkan diri tentang kesabaran. Bukan hanya karena di jalan
dakwah akan banyak tantangan dan hambatan dari luar. Makar, konspirasi, pembusukan karakter, pengadilan yang tidak adil, persepsi publik yang negatif, penyelewengan opini lewat berbagai media, dan lain sebagainya. Namun kesabaran ini diperlukan di setiap mihwar, karena secara internal pun dakwah ini hanya bisa dijalankan oleh mereka yang sabar.

Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :

Read More...

Mengukur Kadar Ikhlas dalam Berdakwah

Leave a Comment
Mendakwahi orang lain agar taat kepada Allah swt, dan memperjuangkan agama Allah swt. agar tegak di atas bumi adalah amalan yang sangat berat. Namun demikian, amalan ini hanya akan berbobot di sisi Allah swt. jika dilaksanakan dengan cara yang ikhlas.
Seorang da’i hendaknya mengukur keikhlasannya dalam berdakwah. Hatinya harus selalu dalam pantauannya. Jangan sampai ada pergeseran orientasi dalam tugas-tugas dakwahnya. Perubahan orientasi dalam berdakwah juga bisa dilihat dan dirasakan dalam sikap dan tingkah laku seorang da’i. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa digunakan seorang da’i dalam mengukur (muhasabah) apakah dirinya masih ikhlas kepada Allah swt. atau tidak.
Read More...

Husnudzan: Berkeyakinan, Bukan Bersangka Baik

Leave a Comment
Kesalahan dalam mengartikan sebuah istilah dalam Al-Qur’an, bisa membuat kesalahan persepsi, yang berujung pada kesalahan dalam mengamalkannya. Oleh karena itu, hendaknya kita memahami istilah tersebut sesuai dengan ketentuan yang benar.
Fenomena sangat sulitnya mendapatkan kepercayaan dari orang lain saat ini, hendaknya membuat kita bertanya, apakah hal tersebut disebabkan kesalahan kita dalam memahami istilah “husnu-zhan”? Karena, walaupun Allah swt. telah memerintahkan husnu-zhan, banyak umat Islam yang menyepelekan.

Read More...

Jika Kamu Bermaksiyat, tetaplah Berjuang untuk Kebaikan

Leave a Comment
Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…
Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.



Read More...

Rapat (Syuro') sebagai Prinsip yang Tidak Boleh diabaikan dalam Amal Jama'i

Leave a Comment
Amal jama’i dalam amal da’awi menuntut pemahaman syar’i yang benar, kematangan berfikir dan kedewasaan dalam bersikap. Sehingga menghasilkan kebijakan yang tepat, efektif, mendapat berkah dan diridhai Allah swt. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pengambilan kebijakan dan komitmen serta konsistensi dalam melaksanakan keputusan yang dihasilkan dari syura.
1. Syura  salah satu pilar sistem Islam yang harus membudaya di seluruh lapi
san masyarakat. Allah swt. mensejajarkan syura dengan shalat dan zakat. Yaitu syura hukumnya wajib seperti halnya shalat dan zakat, bahkan sebagai pilar sistem masyarakat Islam yang apabila tidak diamalkan berarti telah melakukan dosa besar dan  meruntuhkan tatanan masyarakat Islam.
Read More...