Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

Sabar Adalah Tuntutan Setiap Mihwar Dakwah

Leave a Comment
Kamis (21 Nopember 2013) kemarin, ustadz Anis Matta memberikan taujih kepada para aktivis dan qiyadah dakwah yang berkumpul di Jakarta Convention Center (JCC). Di antara isi taujih beliau adalah tentang pentingnya kita menguatkan kesabaran dalam menapaki jalan perjuangan. Menurut beliau, sabar adalah karakter dan akhlaq yang paling banyak disebut di dalam Al Qur'an, sampai para ulama menyebut sabar sebagai induknya semua akhlaq terpuji.
Tiada hentinya kita harus mengingatkan diri tentang kesabaran. Bukan hanya karena di jalan
dakwah akan banyak tantangan dan hambatan dari luar. Makar, konspirasi, pembusukan karakter, pengadilan yang tidak adil, persepsi publik yang negatif, penyelewengan opini lewat berbagai media, dan lain sebagainya. Namun kesabaran ini diperlukan di setiap mihwar, karena secara internal pun dakwah ini hanya bisa dijalankan oleh mereka yang sabar.

Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :

Read More...

Kamis, 11 Oktober 2012

Membangun pencitraan dakwah

Leave a Comment
Dalam dinamika dakwah, kadang ada aktivitas tertentu yang memerlukan publisitas dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat tentang kinerja gerakan dakwah yang telah banyak melakukan upaya perbaikan. Tidak bisa dipungkiri, media sangat mengendalikan persepsi masyarakat saat ini. Suatu kejahatan bisa dicitrakan sebagai sosok pahlawan karena bangunan media. Sebaliknya, para pelaku kebaikan bisa dicitrakan sebagai sosok pecundang karena opini media.
Selain memberikan informasi, publisitas juga dimaksudkan sebagai upaya memberikan pendidikan, inspirasi, dan motivasi bagi semua kalangan untuk melakukan kebaikan dan berlomba-lomba memperbanyak kontribusi positif di tengah kehidupan masyarakat. Sangat banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari para aktivis dakwah, namun seringkali tenggelam tidak banyak diketahui publik, karena tidak adanya unsur publisitas. Sementara ada tokoh politik tertentu yang sekali-kalinya naik kereta api atau bus kota, diberitakan headline berhari-hari di berbagai media.
Saya sempat tertegun mendengar informasi tentang mahalnya pencitraan. Seorang tokoh politik, karena ingin mendapatkan pencitraan tentang kesederhanaan, maka ia rela mengeluarkan dana ratusan milyar rupiah guna tampil di televisi dan media massa lainnya. Betapa ironis, citra sederhana yang ingin didapatkan, dibangun dengan biaya ratusan milyar rupiah. Sudah pasti, konstituen tidak pernah mengetahui hal itu. Mereka hanya memuji-muji sang tokoh yang sederhana dan bersahaja, tanpa mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk itu.


Read More...