Jumat, 02 Mei 2014

Mengukur Kadar Ikhlas dalam Berdakwah

Leave a Comment
Mendakwahi orang lain agar taat kepada Allah swt, dan memperjuangkan agama Allah swt. agar tegak di atas bumi adalah amalan yang sangat berat. Namun demikian, amalan ini hanya akan berbobot di sisi Allah swt. jika dilaksanakan dengan cara yang ikhlas.
Seorang da’i hendaknya mengukur keikhlasannya dalam berdakwah. Hatinya harus selalu dalam pantauannya. Jangan sampai ada pergeseran orientasi dalam tugas-tugas dakwahnya. Perubahan orientasi dalam berdakwah juga bisa dilihat dan dirasakan dalam sikap dan tingkah laku seorang da’i. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa digunakan seorang da’i dalam mengukur (muhasabah) apakah dirinya masih ikhlas kepada Allah swt. atau tidak.
Read More...

Husnudzan: Berkeyakinan, Bukan Bersangka Baik

Leave a Comment
Kesalahan dalam mengartikan sebuah istilah dalam Al-Qur’an, bisa membuat kesalahan persepsi, yang berujung pada kesalahan dalam mengamalkannya. Oleh karena itu, hendaknya kita memahami istilah tersebut sesuai dengan ketentuan yang benar.
Fenomena sangat sulitnya mendapatkan kepercayaan dari orang lain saat ini, hendaknya membuat kita bertanya, apakah hal tersebut disebabkan kesalahan kita dalam memahami istilah “husnu-zhan”? Karena, walaupun Allah swt. telah memerintahkan husnu-zhan, banyak umat Islam yang menyepelekan.

Read More...

Jika Kamu Bermaksiyat, tetaplah Berjuang untuk Kebaikan

Leave a Comment
Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…
Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.



Read More...

Rapat (Syuro') sebagai Prinsip yang Tidak Boleh diabaikan dalam Amal Jama'i

Leave a Comment
Amal jama’i dalam amal da’awi menuntut pemahaman syar’i yang benar, kematangan berfikir dan kedewasaan dalam bersikap. Sehingga menghasilkan kebijakan yang tepat, efektif, mendapat berkah dan diridhai Allah swt. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pengambilan kebijakan dan komitmen serta konsistensi dalam melaksanakan keputusan yang dihasilkan dari syura.
1. Syura  salah satu pilar sistem Islam yang harus membudaya di seluruh lapi
san masyarakat. Allah swt. mensejajarkan syura dengan shalat dan zakat. Yaitu syura hukumnya wajib seperti halnya shalat dan zakat, bahkan sebagai pilar sistem masyarakat Islam yang apabila tidak diamalkan berarti telah melakukan dosa besar dan  meruntuhkan tatanan masyarakat Islam.
Read More...

Refleksi Sebuah Pernikahan: Mengenal Dua Karakter Manusia

Leave a Comment
Refleksi Pertama: Manusia Hidup dengan Keyakinannya
Pada dasarnya yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya adalah keyakinannya kepada AllahTa’ala. Semakin tinggi keyakinan seseorang kepada Sang Pencipta alam semesta dan Penguasa di Hari Pembalasan, maka dia akan semakin mantap menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan lika-liku dan misteri.
Karena dia yakin, segala sesuatunya sudah AllahTa’ala atur dengan pertimbangan yang matang dan sistematis. Baik itu menyangkut urusan rezeki, jodoh hingga kapan ajal menjemputnya. Sebelum Allah Ta’ala menjadikan sebagai ketetapan atau ketentuan di dunia, sesungguhnya semua itu sudah tercatat di Lauhul Mahfudz dengan tujuan:
  1. Agar manusia yang beriman kepada-Nya, tidak bersedih hati apalagi meratapi setiap musibah yang menimpanya.
  2.  Tidak euforia dalam merayakan kesenangan saat mendapatkan karunia dari Allah Ta’ala berupa kenikmatan hidup. Adapun manusia diperintahkan Allah Ta’ala untuk berikhtiar.
Read More...