Refleksi Pertama: Manusia Hidup dengan Keyakinannya
Pada dasarnya yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya adalah keyakinannya kepada AllahTa’ala. Semakin tinggi keyakinan seseorang kepada Sang Pencipta alam semesta dan Penguasa di Hari Pembalasan, maka dia akan semakin mantap menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan lika-liku dan misteri.
Karena dia yakin, segala sesuatunya sudah AllahTa’ala atur dengan pertimbangan yang matang dan sistematis. Baik itu menyangkut urusan rezeki, jodoh hingga kapan ajal menjemputnya. Sebelum Allah Ta’ala menjadikan sebagai ketetapan atau ketentuan di dunia, sesungguhnya semua itu sudah tercatat di Lauhul Mahfudz dengan tujuan:
- Agar manusia yang beriman kepada-Nya, tidak bersedih hati apalagi meratapi setiap musibah yang menimpanya.
- Tidak euforia dalam merayakan kesenangan saat mendapatkan karunia dari Allah Ta’ala berupa kenikmatan hidup. Adapun manusia diperintahkan Allah Ta’ala untuk berikhtiar.



