Tampilkan postingan dengan label Qurban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qurban. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

Syarat Kambing Qurban

Leave a Comment
Habis Shubuh, kyai Qosim sudah siap mengajar. Santri-santri seniornya sudah hadir semua. Cahaya, Lakimen, Darisyah, Bhekti, Bohaim, Santos, dan Adung. Kitab dibuka dan dibacakan kyai Qosim. Semua santrinya menyimak khusyu kecuali Adung.

Adung tertunduk saja sejak awal mula pengajian dimulai. Kitabnya juga tidak dibuka. Rupanya Adung molor. Jailnya, tak ada satupun kawan-kawan santrinya itu mengingatkan Adung atau membangunkannya.

“Biarin aja, biar kena sentil kyai Qosim,” bisik Lakimen.

Read More...

Aku tak segagah ibu tua itu

Leave a Comment
Setiap menjelang Hari Raya Idhul Adha, saya selalu teringat pada cerita nyata yang disampaikan adik ipar saya pada 4 tahun yang lalu.Ketika itu adik ipar saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantornya (sebuah perusahaan IT) di Jakarta.  Singkat cerita, selepas pulang kerja adik ipar saya bersama rekannya pergi untuk membeli hewan Qurban di salah satu penjual hewan Qurban untuk memenuhi amanah dari para karyawan di kantornya yang menitipkan uang kepada panitia untuk dibelikan hewan Qurban.

Sesampainya di tempat penjual hewan Qurban tersebut, tampak sekali si penjual hewan Qurban sangat sibuk melayani para pembeli. Para pembeli pun sibuk memilih hewan-hewan Qurban yang terbaik untuk memenuhi seruan ber-Qurban di hari raya nanti.  Adik ipar saya pun terpaksa harus menunggu cukup lama sambil melihat- lihat hewan-hewan Qurban yang ada di lokasi.

Read More...

Bu Sami Kisah penjual hewan Qurban

1 comment
Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang,  namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.

Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu. Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya laku/ habis terjual.
Read More...