Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi.
Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi
tak mau menghargai.
Duh kader-kader manja,
merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.
Read More...
Duh kader-kader manja,
merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.







